0

اَللَّهُـمَّ إِنِّي أَعُـوذُ بِكَ أَنْ أَضِـلَّ أَوْ أُضَـلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِـمَ أَوْ أَُظْلَـمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُـجْهَلَ عَلَـيَّ

O Allah, I seek refuge in You lest I misguide others, or I am misguided by others, lest I cause others to err or I am caused to err, lest I abuse others or be abused, and lest I behave foolishly or meet with the foolishness of others.

Iklan
0

Pada Suatu Malam

Sudah sejak tadi adzan berkumandang, namun aku belum sempat juga menunaikan kewajiban shalatku. Hari ini rungsing, rusuh, ripuh. Banyak tuntutan, banyak kebutuhan, banyak juga celaan.

Kulihat tempat ini masih saja ramai, dan belum kulihat pula ada yang menunaikan shalat. Kugelar sajadah, lalu kuangkat takbirku.

Gerakan demi gerakan, rakaat demi rakaat, sampai pada akhirnya pada posisi berdiri berikutnya, ada yang mendorong punggungku ke depan. Terdorong kuat dan aku pun berusaha keras untuk menahan agar aku tidak terjelungup ke depan. 

Dorongan itu semakin lama semakin kuat. Aku berusaha keras untuk bertahan pada shalatku. Kujalani rukun demi rukun dengan susah payah. Sampai akhirnya aku berhasil mencapai salam.

Segera kutengok siapa yang mendorongku, siapa yang mengganggu shalatku. Dua orang lelaki meringis berkata, “Kiblatmu salah, aku dari tadi berusaha memberitahumu. Kiblat itu ke sana,” sembari menunjuk ke arah yang berlawanan arah shalatku.

Aku sebenarnya ragu, apakah sudah cukup saja shalatku atau perlu aku ulangi lagi.

Aku juga sebenarnya geram, mengapa mereka memberitahuku dengan cara begitu? Patutkah itu? Tidakkah ada cara yang lebih baik dan benar dari itu?

Aku pun pergi, dan masih ragu.

0

Kucing Lompat

Ada seekor kucing melompat-lompat di sudut beranda

Kulihat cicak berdiam lengket di dinding atas

“Cing, pakai itu batang sapu di sebelahmu untuk menggayuh!”

Kucing pun tetap melompat dan melompat

Kucing tak bisa pegang sapu, sadarku.

Mengapa tak ku datangi saja dan menggayuhkan untuknya?

Dan yang aku sadari lagi, 

Kucing barangkali tak mengerti perkataanku.