i don’t live under fundamentalist rule ?!

hari ini, mimpi ku menjeritkan narasi

jikalau bukan aku yang ditinggal mereka,

aku lah yang akan meninggalkan mereka lebih dulu…

hari ini, aku menangis, tapi tangis ku adalah tangis seorang pria untuk membuka hari-hari penuh tawa sampai senyum terakhir…

hari ini, aku percaya… semua bisa berubah…

entah berapa lama lagi, aku tak peduli…

setidaknya aku masih mencoba percaya…

hari ini aku teringat janji-janji teks kuno,

kutipan-kutipan pemimpin kepercayaan bijak,

serta monolog monolog di hari suci

di ujung cahaya, kata mereka, selalu ada ketenangan abadi

di ujung cahaya, ada mata yang tak tidur dan selalu memancarkan kasih

di ujung cahaya, kelembutan menyambut hati-hati yang tertunduk karena salah dan bersyukur karena benar

hari ini telah mulai berakhir…

berganti…

hari-hari esok,…

sungguh…

doaku pada Sang Mata Yang Tak Pernah Tidur

aku hanya ingin melihat senyum…

dan membawanya dalam keabadian,

dimana aku tak akan pernah menangis lagi…

demi waktu… sungguh…

aku benci melihat jam dan menghitung mundur…

akan ku hancurkan setiap jam bila itu bisa menghentikan waktu

namun…

waktu memang tak bisa berhenti…

setidaknya sampai Sang Mata Yang Tak Pernah Tidur berkehendak…

sungguh, tidak ada yang sia-sia…

tak pernah ada satupun yang sia-sia…

sampai urat terakhir berhenti bersitegang…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s