Tobil

Menyapu teras rumah dua kali dalam sehari adalah tugas wajibku dari ibu. Walaupun si teras masih juga dalam keadaan bersih. Dan, setiap kali ada ayamku yang bermain di teras dan mengotorinya, tugasku jugalah untuk membersihkannya.

Aku sering beradu mulut dengan ibuku karena merasa ini tidak adil. Katanya aturan teras yang masih bersih tetap harus disapu karena tugasku itu menyapu dua kali dalam sehari, tetapi semena-mena lagi tugasku bertambah jika ayam-ayam mengotori teras itu lagi dan itu menjadikannya lebih dari dua kali dalam sehari. Di sinilah kasih sayangku kepada ayam-ayamku menjadi pudar dan ingin rasanya menyembelih mereka semua satu per satu.

Setiap beradu mulut, selalu saja diakhiri dengan, “Oalah, Ik.. Nyapu sak ilat ae kok yo angel erraammmm men dikongkon!“* Lalu aku pun diam, kalah adu, takut durhaka.

Pagi itu aku lupa menyapu, dan kewajibanku mengganti menyapu di siang hari, yang panas, yang berdebu, yang membuatku merasa sapu yang aku pegang seperti satu ton saja, membuatku menyapu dalam keadaan terseok-seok. Malasssss.

Sepertinya kemalasanku ini terbaca oleh ibuku yang ternyata sedang mengintip dari dalam rumah melalui jendela, “Mangkanyaaa, nyapu itu di pagi hari, biar masih seger, nggak berdebu, nggak panas.” Aku diam saja sambil melanjutkan kegiatan persapuanku.

Baru saja separuh bagian teras tersapu, aku sudah merasa luar biasa sangat lelahnya. Sedikit-sedikit aku jongkok sebentar, ngaso sambil bermain-main debu. Lanjut menyapu jika sudah lumayan hilang lelahnya.

Dan pada saat aku jongkok ke sekian kalinya, tepat di bawah jendela, aku lihat ada benda hitam berkilat terselip di siku dinding dan lantai. Sebesar isi pulpen pilot, namun lebih pendek sedikit. Aku dekati perlahan dengan jongkok. Lalu, benda itu berlari! Ah, ular!!! Tapi… Dia berlari! Bukan melata! Dia berkaki! Aku pun langsung teringat film kartun dan cerita-cerita mistis bersama teman-temanku di sekolah.

nagaLangsung aku berjingkat dan melompat-lompat sambil berterteriak, menjerit, “Aaaa…!! Ibuuuukkkk,,, nagaaa!!! Anak nagaaa!!! Ada anak nagaaaa!!! Bayi nagaaaa!!!”

“Opoo.. He?! Opooo?!” Ibuku pun menyusul ke teras rumah, langsung aku berlari kepadanya dan mendekapnya.

“Heee?! Onok opo, ndhuuukk?!” Berbarengan dengan nenek yang berlari dari rumahnya akibat jeritanku.

“Itu.. itu naga! Ular berkaki!!” Kataku sambil menunjuk-nunjuk benda yang sekarang sedang mendepis di ujung teras, di pinggir pot bunga.

“Mana seh?” Nenek pun sigap mencari.

“Itu… ituuu.. hiyyy.. di bawah pooot..bunuuuhhh,” seingatku naga adalah makhluk yang paling ganas dan berbahaya, dia bisa menyemburkan api, keberadaannya mengancam umat manusia.

“Oooo…. tobil ikuuu…. hwahahahhaa.. ojoo.. biar hidup, jangan dibunuh,” kata nenek sambil tertawa kecil.

“Hooalah..,” ibu pun mendengus.

“Nagaaaa… Tobil? Apa itu tobil?”

“Anak kadal.. ya begitu anak kadal, bentuknya ya begitu itu,” jawab nenek.

“Bukan naga!” Perjelas ibu.

“Nggak ada naga di dunia ini. Itu hanya bikinan. Hooalah. Bikin heboh saja. Sana! Lanjut nyapu!” lanjut ibu dengan melepaskan dekapanku dan berjalan menuju kepada nenek. Mereka pun lanjut berbincang-bincang urusan lain. Dan aku melanjutkan tugasku lagi yang baru separuh beres sambil memperhatikan benda tadi yang akhirnya berlari dan bersembunyi di antara rumput-rumput.

“Dia bukan tobil! Bukan anak kadal! Dia naga! Naga kecil! Pasti naga! Nenek dan ibu pasti berbohong biar aku tidak cemas. Pasti. Pasti!! Baiklah, mulai sekarang aku akan berhati-hati, Naga! Aku akan waspada! Aku akan menjaga keluargaku dari seranganmu nanti saat kamu sudah dewasa!” Aku membatin sambil terus menyapu.

* “Oalah, Ik.. Menyapu cuma selebar lidah saja kok susah banget ya disuruh!”

Iklan

2 thoughts on “Tobil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s