Bersuami (2)

Aku orang yang pelit doa. Bukan berarti aku tidak berdoa. Hanya aku berdoa dengan terpaksa, karena harus berdoa katanya. Untuk keluarga, saudara, kawan, dan pemimpin. Dan lebih bagus lagi jika disebut masing-masing nama, katanya. Pula jika mendoakan baik orang lain, doa baik tersebut akan tertuju pula kepada si pendoa, katanya.

 

Aku berdoa jika ada maksud atau jika mungkin hati sedang lembut.

 

Namun, ada jajaran orang-orang yang aku loyal doa terhadap mereka, untuk mereka aku tidak terpaksa. Entah, mungkin aku begitu menyayangi mereka dan ingin mereka pun selalu dalam kasih sayang-Nya.

 

Ibuku, bapakku, dan adikku, merekalah yang selalu masuk di dalam doa-doaku, kupanjatkan dengan khidmat dan dalam. Sering juga nenek-nenekku dan keluarga besarku, bahkan ikut serta binatang-binatang peliharaanku dan tanaman-tanaman ibuku. Untuk yang lainnya, kadang-kadang, atau aku anggap masuk ke dalam doa umum.

 

Tapi kali ini, bertambah satu, satu lagi porsi untuk doaku. Porsi ini khusus, spesial, dan besar. Padahal dia baru, tapi sudah langsung menuju jajaran utama. Tak jarang disertai pula untuk keluarga-keluarga si pemilik porsi spesial ini.

 

Mulai sejak kapan, aku tak ingat. Tidak ada yang menyuruhku, apalagi memaksaku. Cuma tiba-tiba langsung saja dia yang aku sebut pertama kali dalam doaku. Dalam dan penuh harapan.

 

Penuh bukan berarti banyak, tapi penuh berarti utuh. Di mana yang aku maksudkan adalah harapan-harapan tersebut terkemas oleh keutuhan berakidah, bertauhid, baik dalam sikap, ucapan, pikiran, dan hati.

 

Dan ini jelas aku rasa berbeda dengan sebelumnya tentang kemungkinan mengapa aku berdoa. Karena sayang iya, tapi ada rasa lain, yang lebih mendalam, yang lebih menghanyutkan, yang lebih membutuhkan energi yang besar dan waktu yang lama saat aku menuangkan harapan-harapan untuknya dalam doa-doa.

 

Mungkinkah ini yang disebut cinta?

Iklan

3 thoughts on “Bersuami (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s