Sampingan
0

Quran surat Huud ayat 112 :

Maka istiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Sebuah perintah untuk istiqamah sesuai perintah dan larangan untuk melampaui batas. Bahkan membacanya saja rasanya sesak, lemas. Terbayang beratnya untuk menghilangkan kebiasaan yang tidak sesuai perintah. Terbiasanya manusia tinggal di sebuah membuat manusia itu sangat terikat dengan tempat hidupnya, yaitu dunia. Materi, raga, menjadi dasar utama alasan bergeraknya manusia. Bukan seperti itu cara hidup yang diperintahkan Allah.

Lalu, membiasakan untuk bergerak atas dasar hal yang tak kasat mata? Allah? Siapa? Di mana? Mengapa? Berat sekali… berat sekali untuk menjalankan sesuatu yang kita tidak melihat langsung siapa yang memerintah kita, di mana bukti Dia ada, mana imbalan yang akan kita peroleh jika kita mematuhinya, dan bahkan otak kita tidak sampai untuk memikirkan apa alasan perintah untuk bergerak hanya karena Dialah alasan kita bergerak. Berat. Berat sekali.

Belum lagi dilarang melampaui batas. Manusia pertama saja bermasalah dengan hal ini. Diturunkan ke bumi dari surga karena sebuah pelanggaran. Di surga dengan luar biasa beragam kenikmatan bisa diperoleh dengan mudah, dia bisa mendapatkan apa saja sesuka hati, tanpa susah payah. hanya ada satu larangan. Yaitu, larangan untuk mendekati satu batang pohon. Satuuuu saja batang pohon. Dan itu masih dilanggar. Dalam surga yang seluas itu, yang pastinya banyak sekali pohon yang lain, jauh lebih banyak dari pohon di bumi, mengapa masih saja sempat mencari satu pohon itu? Susah payah mendekati sebuah pohon yang entah di penghujung surga mana? Hanya karena iming-iming mendapat derajat yang katanya lebih tinggi? Itu pun masih katanya? Padahal kenikmatan tak ada batasnya ada di sekitar dia? Bagaimana ini tidak bisa disebut melampaui batas? Ini manusia pertama. Bagaimana untuk manusia ke sekian? Sama saja. Bahkan mungkin jauh lebih luas rentang batas yang dilampauinya.

Memang berat, memang sulit. Bahkan Nabi SAW pun merasa bahwa ayat tersebut adalah ayat paling berat yang harus beliau tunaikan. Sesuai yang dikabarkan oleh Abdullah bin Abbas dalam riwayat Tirmizi :

“tidak ada dalam keseluruhan Al-Qur’an yang paling berat ditunaikan oleh Rasulullah kecuali ayat ini”. Itulah sebabnya Nabi saw pernah bersabda:” Surah Hud dan rangkaiannya membuat kepala tumbuh uban”

Ya, Nabi saja merasa berat. Kita pun pasti merasa lebih berat. Namun itu adalah sebuah keharusan bagi umat manusia yang ingin selamat, ingin sukses, ingin balasan yang baik, dan ingin menjadi manusia sesuai hakikat penciptaan dia sesungguhnya.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah dalam pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

(QS. Fusshilat : 30)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s