Budak Dunia

A : Ah! Aku telah diperbudak dunia!

B : Hei, kenapa kok tiba-tiba sewot begitu?

A : Tiba-tiba saja banyak sekali pekerjaan menumpuk dan berteriak-teriak minta dibereskan.

B : Ya tinggal diselesaikan saja.

A : Kau lihat, kan? Aku jadi tersibukkan oleh hal-hal fana yang menipu dan tidak sempat memenuhi kebutuhan abadiku!

B : Bagaimana kamu bisa seyakin itu perihal kebutuhan fana dan kebutuhan abadi? Nampaknya, kau sudah mengerti rahasia Tuhan nih.

A : Aku serius! Jelas-jelas waktu-waktuku sudah hampir hangus semua sehingga cuma seuprit lagi yang bisa aku pakai untuk berritual dan belajar agama, jelas-jelas otakku sudah mulai berkarat sehingga tak lagi tajam untuk kupakai untuk memikirkan solusi permasalahan agama, jelas-jelas kaki dan tanganku mulai loyo, kecapean jadinya tak sanggup lagi kuperlama berdiriku dalam rakaat-rakaat di sepanjang malamku.

B : Hm. Bagaimana jika aku bilang : mungkin Tuhan, dengan kesumpekan pekerjaanmu saat ini, sedang menitipkan sebuah pesan kepadamu, agar kamu berpikir, lalu menggunakan rasa dan karsamu, untuk menciptakan sebuah metode ibadah, atau dengan kata lain, pengabdian, yang unik kepadaNya, di setiap luang maupun sempitmu, di setiap gerak maupun diammu, di setiap sadar maupun lelapmu, tak ada sedetikpun terlewatkan, walaupun sedang dalam keadaan apapun kamu?

A : Tapi, bagaimana caranya?

B : Hei, kubilang tadi, pesan itu disampaikannya kepadamu, bukan kepadaku. Ya cari sendiri lah jawabannya! Usaha dong..!

A : Ah!

Advertisements

7 thoughts on “Budak Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s