Obrolan
7

Budak Dunia

A : Ah! Aku telah diperbudak dunia!

B : Hei, kenapa kok tiba-tiba sewot begitu?

A : Tiba-tiba saja banyak sekali pekerjaan menumpuk dan berteriak-teriak minta dibereskan.

B : Ya tinggal diselesaikan saja.

A : Kau lihat, kan? Aku jadi tersibukkan oleh hal-hal fana yang menipu dan tidak sempat memenuhi kebutuhan abadiku!

B : Bagaimana kamu bisa seyakin itu perihal kebutuhan fana dan kebutuhan abadi? Nampaknya, kau sudah mengerti rahasia Tuhan nih.

A : Aku serius! Jelas-jelas waktu-waktuku sudah hampir hangus semua sehingga cuma seuprit lagi yang bisa aku pakai untuk berritual dan belajar agama, jelas-jelas otakku sudah mulai berkarat sehingga tak lagi tajam untuk kupakai untuk memikirkan solusi permasalahan agama, jelas-jelas kaki dan tanganku mulai loyo, kecapean jadinya tak sanggup lagi kuperlama berdiriku dalam rakaat-rakaat di sepanjang malamku.

B : Hm. Bagaimana jika aku bilang : mungkin Tuhan, dengan kesumpekan pekerjaanmu saat ini, sedang menitipkan sebuah pesan kepadamu, agar kamu berpikir, lalu menggunakan rasa dan karsamu, untuk menciptakan sebuah metode ibadah, atau dengan kata lain, pengabdian, yang unik kepadaNya, di setiap luang maupun sempitmu, di setiap gerak maupun diammu, di setiap sadar maupun lelapmu, tak ada sedetikpun terlewatkan, walaupun sedang dalam keadaan apapun kamu?

A : Tapi, bagaimana caranya?

B : Hei, kubilang tadi, pesan itu disampaikannya kepadamu, bukan kepadaku. Ya cari sendiri lah jawabannya! Usaha dong..!

A : Ah!