Kambuh

Aku lihat “penyakit”mu kambuh lagi. Dan seringkali sewaktu kambuh kau bilang padaku, “Duh, gimana ini, ‘penyakit’ku kambuh lagi” dengan wajah sedih.

Aku tak tahu apa alasannya kau mengatakannya padaku. Lagipula, aku pun sudah bisa melihatnya sendiri tanpa perlu kau katakan.

Apakah kau meminta tolong untuk disembuhkan?

Apa yang bisa aku lakukan?

Kau kan tau aku tidak bisa berbuat apa-apa terhadap “penyakit”mu itu. Sudah berkali-kali aku tunjukkan, hanya dirimu dan Tuhanmu yang bisa menyembuhkan. Lagipula kau sudah tahu caranya. Tinggal mau atau tidak.

Oh, atau kau mengatakan padaku agar kau punya orang yang memaklumi konsekuensi dari “penyakit”mu itu? Sehingga kau bisa melenggang bebas melakukan hal yang tidak seharusnya dengan alih-alih sedang sakit?

Kau salah besar. Sadarilah kalau itu semua adalah cobaan. Dia ada untuk membuatmu semakin kuat dan berderajat. Bukan untuk membuatmu semakin lemah dan pengecut.

Iklan

2 thoughts on “Kambuh

    • entah mungkin kesal mungkin kecewa.
      untuk berubah jadi lebih baik dan mempertahankannya itu sesuatu yg sangat sulit ternyata.
      bermacam godaan baik luar maupun dalam diri sendiri akan terus menerus datang.
      heu, ini gak cuman meluapkan perasaan, tapi juga berharap bisa jadi nasihat buat diriku sendiri jika nanti aku kambuh2 lagi 😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s