Iya Juga

Akhir-akhir ini suka berpikir, kenapa ya dulu saya suka memasang status fb, twitter, plurk, ym, dan sejenisnya itu dengan doa-doa, harapan, sesalan, umpatan kepada sesuatu atau seseorang?

Kenapa ya?

Kalau dipikir-pikir, ngga ada gunanya juga ya…

Eh ada sih… biar lebih plong, atau juga mungkin ada yang berpikiran ingin jadi inspirasi bagi yang melihatnya.

Tapi sebenarnya, kalau dipikir jujur, bukan sensasi plongnya itu sih yang jadi tujuan utama, apalagi inspirasi . Yang jadi motif utamanya sih sepertinya hanya ingin dilihat oleh orang, ingin diperhatikan, mungkin turunan lebih jauhnya ingin ditanggapi, bisa juga ingin dipuji.

Ya, wajar mungkin. Tapi juga, malu sih buat mengakui ini semua.

Kenapa malu?

Karena, ya itu adalah motif yang sangat pendek sekali, yang pada dasarnya membuktikan betapa butuhnya dengan perhatian, betapa kesepiannya kita, betapa nistanya sehingga tidak ada lagi yang mau menjadi sandaran untuk semua beban-beban yang ada sehingga sampai mengobral murah di tempat umum.

Astaghfirullah… Fuh…

Harusnya, yang namanya mukmin ngga gitu kan ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s