Selamat Jalan, Donni… :(

Akhirnya Donni mati juga, #eh?

Setelah seminggu kondisi tubuh yang fluktuatif, abis ga mau makan lima hari dan badan tinggal tulang dan kulit (tambah bulu mungkin, soale kucing), lalu sembuh dan sehat dan kembali gemuk lagi, lalu mulai berulah menganiaya Bambang sampe nggak sengaja bikin paha ibu bolong, akhirnya Donni berakhir juga masa lajangnya, eh, masa hidupnya. Hiks…

Sedih juga. Dua taun lebih dia jadi anggota keluarga saya, yang sampai-sampai ibu menyebutnya “Anakku Sikil Papat” yang artinya “Anakku yang berkaki empat”, kini kami harus terpisah dunia, Donni pun pergi ke alam baka, kami masih di alam dunia (eh kucing ada alam baka juga gak seh?). Teringat waktu pertama kali kami berjumpa (duile), sengaja ibu memungut dua ekor kucing kecil anak Melati, kucingnya Mbokdhe Sikah, tetangga saya, untuk menggantikan kekosongan anak pungut setelah hilangnya sang legendaris Sukro. Dua kucing itu kami namakan Donni dan Donna.

Sejak kecil Donni terkenal kucing yang angkuh, jutek, dan sombong, tapi sikap jual mahalnya itu lah yang membuat kami sekeluarga semakin penasaran dan semakin jatuh cinta (halah). Banyak sekali kenangan-kenangan  bersama Donni, poto-poto bersama, Donni yang suka netek ke selimut kesayangan karena kangen mamanya (bahkan ampe gedhe pun dia masih netek, (DOH)), Donni yang pernah terindikasi homo tapi lama-lama tobat, Donni yang matanya bolong satu karena dicakar musuh pas berantem, dan masih banyak lagi kenangan-kenangan kami bersama Donni. Hiks.

Semua kenangan-kenangan itu mulai berjubal menghiasi benak saya setelah tadi pagi ada sms dari bapak, sms poto Donni dengan muka memelas dan di bawahnya ada tulisan ‘Donni mati’. 😦

Saya pun membalas dengan emo animated nangis dengan tulisan “dikubur, Pak?”

Bapak pun membalas, “Tadi ibu yang ngubur sambil nangis, *emo nangis animated (juga)*”

Beberapa menit kemudian sms dari adik saya “Doni mati”.

Beberapa jam kemudian ada sms dai ibu saya : “Kebangeten, gak ada yang melayat, gak disolatin, gak ngerti agamanya apa”

-__-

Saya : “Lha Donni udah sahadat blom?”

Ibu  : “Belum sempet nanyain”

Saya : “Coba tanya Donna”

Ibu : “Moh.”

-_____________________-

Saya gak tau alam setelah matinya kucing gimana, yang pasti saya bersyukur kepada Allah telah memberikan kebahagiaan dan kenangan indah kepada saya dan keluarga dengan kehadiran Donni ini. Kalo boleh saya berharap bisa berjumpa dengan Donni, Sukro, dan semua binatang saya yang lain, di Surga. Aamiin.

Selamat jalan, Bro Donni… :’)

Iklan

4 thoughts on “Selamat Jalan, Donni… :(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s