Patung-patung Cipularang

Ini masih nyambung dengan akibat kepala pusing -__-‘

Kata temen, di tol cipularang antara KM 90-100, yang konon angker dan sering banyak kecelakaan itu, ada patung-patung tidak wajarnya. Katanya ada tiga patung, patung macan, monyet ama patung puteri. Dan ada orang-orang yang tiba-tiba berhenti di sana, ntah berbuat apa, katanya sih ada prosesi cari pesugihan. Hmm.. Saya tertarik untuk ingin tahu lebih jauh, ingin melihat langsung benar atau tidaknya dan ingin tahu sebabnya jika memang benar adanya (halah..bahasane~~).

Saya emang agak tertarik dengan hal-hal mistis, hal-hal yang berbau ghaib-ghaiban. Bukan karena apa-apa, tapi saya seperti ini karena efek dari self defense saya terhadap ketakutan-ketakutan masa dulu. Saya dulu, waktu kecil, sangat amat takut sekali dengan yang namanya hantu. Dan saya hidup di lingkungan yang mudah sekali timbul yang namanya bulian, cacian, hinaan, makian, bentakan, dan ekspresi-ekspresi menyakitkan lainnya. Kondisi di mana saya takut hantu ini pastinya memunculkan berbagai macam hinaan dan bulian yang ditujukan kepada saya.

Saya orangnya perasa, dan sangat tidak tahan dengan perlakuan semacam itu. Walhasil, saya berusaha keras mencari bagaimana caranya biar tidak takut hantu lagi. Mulai dari maksain diri bangun malem sendirian trus jalan ke kebon belakang rumah dan nongkrong di sana, nonton pilem-pilem hantu, mantengin radio tiap malem jumat jam 12 malem, baca-baca kisah misteri di majalah Panjebar Semangat, sampai maen jaelangkung-jaelangkungan pas lagi tadarusan di masjid (doh). Nggak hanya dalam kasus takut hantu saja saya bersikap seperti ini. Kasus takut cacing, takut badut, takut orang gila, gak doyan pedes, takut naek sepeda, takut cowok, takut darah, takut suara burung hantu, takut orang jelek, semua ketakutan itu sudah berhasil saya kalahkan berkat bulian dan hinaan yang sering diberikan kepada saya.

Nah, kembali ke masalah takut hantu. Self defensing-self defensing saya tadi memang berhasil membuat saya tidak takut hantu lagi, berikut efek bonusnya, yaitu saya ketagihan untuk tahu lebih jauh mengenai hal-hal mistis -_-. Seperti masalah patung tol cipularang itu. Sebenarnya, waktu temen saya bercerita kalau di tol cipularang ada tiga patung, saya sudah pernah melihat salah satu dari patung-patung itu secara tidak sengaja.

Waktu itu, saya pergi ke Bandung naik Baraya Travel, yang biasanya saya selalu terlelap tak sadarkan diri sepanjang perjalanan, hari itu berbeda karena saya agak terganggu dengan AC travel yang baunya aneh. Saya tetep hidup sepanjang perjalanan. Dimerem-meremin gak bisa tidur juga. Dan itu sangatlah menyakitkan! Bosan. Akhirnya saya liat-liat pemandangan di luar kendaraan. Dan saya sempat kaget juga pas noleh kiri, kok ada patung muka macan gedhe warna cokelat merah semu-semu oranye gitu di pinggir jalan belantara semacam ini. Kalo emang itu buat hiasan kenapa cuma seuprit doang? Kenapa gak mengerahkan anak-anak SR ITB buat gambar mural di sepanjang jalan? Pasti mereka suka. Itulah lintasan-lintasan pertanyaan-pertanyaan cerdas saya, hanya melintas saja, tidak perlu dipikirkan mendalam waktu itu.

Barulah setelah teman saya cerita, saya pikirkan lagi pertanyaan-pertanyaan cerdas saya itu. (Heu..) Dan beberapa waktu lalu, saya ke Bandung lagi. Naik baraya lagi (maklum, murah..). Kali ini saya nggak tidur baik berangkat ataupun pulang, karena sakit kepala yang mendalam, pusing yang akhir-akhir ini sering menyerang kepala saya (makanya di awal postingan saya bilangnya nyambung ama akibat kepala pusing). Sekalian saja saya niatin buat mastiin ngeliat patung-patung yang lain, dan kali ini saya berhasil dapet update-an.

Pada saat berangkat ke bandung, di antara KM 90-100, saya menoleh ke kiri jalan, mencari-cari patung macan yang dulu pernah saya liat, berharap ketemu patung-patung lain de sekitarnya. Soalnya kata temen, patung-patung lainnya ada di sebelah patung macan. Dan saya mendapati patung di sebelah kiri patung macan, muka hewan, bukan monyet, lebih mirip serigala, tapi entahlah itu apa, warnanya sama kayak yang macan, cokelat agak merah semu oranye. Dan saya liat-liat lagi sekitarnya, gak ngeliat patung lain.

Pas balik ke Jakartanya, saya juga dilanda pusing, gak bisa tidur lagi, udah coba berbagai macam posisi tapi tidak berhasil pergi ke alam mimpi. Dan secara tidak sengaja di sekitar KM 100 juga, saya menoleh ke kiri jalan, ehhh… ngelihat patung perempuan gituh. Karena malam hari, jadi nggak terlalu jelas itu bentuk dan warna patung, cuman kelihat bentuk perempuan utuh. Mungkin inilah patung puteri itu.

Jadi, saya udah melihat tiga patung, macan, serigala (atau ntah itu apa), sama satu lagi patung yang didakwa sebagai patung puteri. Trus patung monyetnya mana? Atau jangan-jangan yang saya pikir serigala itu monyet??? Hmmm…(sambil ngebayangin lagi) Bisa juga sih…tapi jenis monyet yang agak monyong gitu tapi ya? Hm… Ya sudahlah… Gak usah dipikirin..

#kayaknya ini postingan gak penting -____-

Iklan

2 thoughts on “Patung-patung Cipularang

  1. oalah Wak wak,,, tak kiro di akhir cerita ini ada SESUATU apaaa gitu yg mungkin misalnya “terkuaklah misteri kenapa disitu buat cari pesugihan” dll

    lha tibakeee,, haha
    but nice

    #saya juga tidak suka pedes, takut gelap, hantu, dll 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s