Permulaan

Siang itu beda dengan siang biasanya. Di kantor yang biasanya cowok-cowok di jam istirahat suka maen ke spot cewek, nonton tivi, makan siang, ngobrol-ngobrol, siang itu nggak kelihatan satu pun batang hidung cowok. Katanya mereka sedang rapat di luar kantor. Sepi. Kami cewek-cewek pun seakan kehilangan selera humor dan gosip. Semua terdiam di meja masing-masing. Entah bekerja, entah melamun, entah membaca, yang pasti semua tampak sedang diam dalam keadaan tidak ceria. Termasuk saya. Hari itu adalah hari yang cukup melelahkan, karena kerjaan yang sebelumnya belum kelar, eh, terbitlah kerjaan baru yang datangnya tiba-tiba seabreg dan sangat membutuhkan kerja otak yang keras.

Mungkin beberapa sudah tahu bahwa saya akhir-akhir ini suka kambuh-kambuh gitu pusingnya, ntah karena apa saya gak tau. Pusing yang membuat kepala terasa sangat berat dan perih seringkali tiba-tiba datang menghadang. Sebelum-sebelumnya sih biasanya hanya datang di malam hari, tapi ya kali itu dia tiba-tiba nongol di siang hari, di saat saya dilanda merana karena tugas-tugas yang banyaknya luar biasa. Dan pusing kali itu saaangat menyiksa. Sepertinya itu adalah pusing yang paling berat yang pernah saya rasakan sepanjang tahun ini. Saya awalnya tetap memaksakan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ada, tapi lama-lama nggak tahan juga, sampai ternangis-nangis saya menahan rasa pusing ini. Biasanya saya minum obat tertentu buat ngebunuh rasa pusing ini, tapi kali itu saya nggak bawa obatnya.

Akhirnya, sebelum rasa pusing bertambah besar dan parah, saya paksakan diri ke luar kantor buat beli obat, barangkali juga ke luar kantor bisa lebih segar dan nggak pusing lagi. Saya ke minimarket beli decolgen buat ngilangin pusing dan eskrim buat nyugesti otak. Pas udah sampai kantor, saya minum ituh eskrim dan decolgen. Eh, gak terlalu banyak perubahan. Tetep pusing! Dan malah muncul serangan baru, ngantuk. -_-.

Ya sudahlah, daripada semakin parah, saya sengaja tidurkan saja ini badan saya. FYI, di kantor saya ada ruangan bos-sangat-besar yang jaraaang sekali didatengin empunya, ruangannya luas, enak, ada dua sofa gedhenya. Dan ruangan itulah yang biasanya kami, para pegawai teladan, memakainya untuk kegiatan yang dibilang ibadah pada saat bulan puasa, a.k.a tidur. Ya, saya akhirnya merebahkan diri di salah satu sofa di ruangan tidur itu. Karena sangat pusing, susah sekali saya tertidur. Sudah merem-merem juga tetep masih sadarkan diri. Lalu tiba-tiba teman saya yang bernama Dhona, masuk ke ruangan tidur itu. Saya menyapanya sebentar, dia juga ikut-ikutan tidur di sofa satunya, dan tertidurlah kami.

Tapi, tiba-tiba saya dikagetkan oleh teriakan bos kecil saya. Beliau tiba-tiba membuka pintu dan masuk ke ruangan tidur, teriak-teriak aneh. Saya pun langsung terbangun dan ketakutan, takut kalau-kalau beliau marah kepada kami karena tidur di jam kerja, saya pun langsung berdiri dan minta maaf ke bapak bos kecil. Anehnya, beliau ternyata tidak berbicara kepada saya ataupun Dhona. Beliau seperti orang bingung. Berkata, “Pergi! Pergi kamu!!! Saya gak ikut2an! Bukan saya yang melakukannya! Pergi!!”. Beliau pun mojok di pojok ruangan ujung sofa. Akhirnya saya sadar bahwa beliau sedang kesurupan. Saya pun bilang, “Paak…tenang Pak..dia gak ada di sini, tenang saja, Paakk..dia sudah pergi..tenang Paakk..tenang..”Saya sebenarnya tidak tau apa yang saya bicarakan, di benak saya hanya ingin membuat si bapak tenang. Dan akhirnya si bapak pun agak tenang, tapi masih dengan napas tersengal-sengal, dan beliau pun berkata “Ika..maaf ika…tolong jangan ceritakan keadaan saya yang tadi dengan siapa pun ya..”. Setelah bilang itu pun si bapak kadang masih juga melotot-lotot ketakutan. Saya coba tenangkan lagi, “iyaa,,tapi Bapak juga tenang dulu, yang Bapak takutin nggak ada di sini, tenang ya, Pak..

Akhirnya saya biarkan bapak di ruangan tidur, saya keluar dan saya kunci ruangan tidur itu dari luar. Saya kaget setelah keluar kok banyak orang. Banyak anak-anak sekolahan di sekitar meja saya. Ramai. Karena saya tidak tau apa-apa dan masih pusing, keluar ruangan tidur pun terpaksa karena ada insiden aneh dan ingin menjaga kerahasiaan kondisi bos kecil, saya pun kembali duduk di bangku saya, melanjutkan pekerjaan yang tadi saya pending. Eh si anak-anak sekolahan itu malah ke meja saya, dan nanya-nanya detail benda-benda di ruangan saya itu fungsinya apa saja. Dan saya pun mulai berpikiran bahwa anak-anak ini sedang kunjungan perusahaan, ya saya ladenin lah sebisa saya. Saya jawab setau saya. Dan tiba-tiba semua jadi gelap…

Saya terbangun, dan membuka mata, saya kembali berada di ruangan tidur dan menyadari bahwa semua kejadian tadi hanyalah mimpi. Dan Dhona pun membuka pintu, masuk ruangan tidur dan menyapa saya, “belum tidur, Ka?” Saya pun bercerita panjang lebar tentang mimpi yang barusan saya alami. Saya tekankan bagian di mana pak bos kecil kesurupan. Dhona pun ngakak dan bilang, “Hahahaha, Dodol lo, Ka… bisaaa aja.. udah ah tidur yuk”. Dhona pun merebahkan dirinya di sofa sebelah sofa saya. Dan tiba-tiba semua menjadi gelap lagi..

Saya terbangun lagi, saya masih berada di ruangan tidur. Saya lihat Dhona di sebelah sedang tertidur pulas. Saya langsung berdiri dan berjalan ke luar ruangan tidur dengan sempoyongan. Kantor sepi, tidak ada siapa-siapa. Saya pun duduk di bangku saya, masih pusing, linglung, lalu mencoba berpikir jernih. Saya masih belum bisa membedakan mana kejadian yang mimpi mana yang bukan. Dan tidak lama kemudian Dhona keluar dari ruangan tidur. Saya nggak cerita apa-apa, ingin tenang dulu, trauma nanti tiba-tiba jadi gelap dan saya balik lagi ke ruangan tidur, hahahaha.

Akhirnya saya pergi ke toilet buat wudhu, dan ashar. Setelah sholat semua jadi segar, dan saya yakin ini bukan mimpi lagi. Saya berani cerita ke Dhona apa yang saya alami sebelumnya, dan tidak tiba-tiba gelap lagi. Hahahaha. Waktunya melanjutkan pekerjaan dengan lebih tenang dan alhamdulillah tuntas pada hari itu juga.

Mungkin suatu saat nanti kita semua juga akan merasa tiba-tiba gelap dan terbangun di dunia yang sangat berbeda dengan dunia yang kita hinggapi saat ini. Mari kita persiapkan bekal untuk menghadapi saat itu. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s