Apakah Saya Anak Tiri?

Pertanyaan di atas semakin gencar muncul akhir-akhir ini di benak saya. Puncaknya adalah tadi pagi dini hari, pada saat kami sekeluarga menyantap sahur. Seperti biasa, kami sekeluarga makan sahur di meja makan bersama-sama dan tak lepas pula dengan obrolan-obrolan kekluargaan di dalamnya. Entah itu serius, maupun tidak serius. Karena akhir-akhir ini saya memang menyandang predikat sebagai perantau, jadilah obrolan-obrolannya ada beberapa yang kurang begitu familiar dengan saya. Makanya saya seringkali menginterupsi bertanya untuk mendepatkan kejelasan dan jalan cerita yang sempurna.

Pada kali ini tema obrolannya random, mulai dari rasa makanan sahur, rencana berlebaran, lebai malang, hingga pada topik yang akan menjadi cerita saya dan menohok saya, yaitu kucing. Kucing yang dibahas tadi adalah bukan kucing sembarangan, bukan pula kucing yang telah terkenal dan gencar saya gembar-gemborkan di bumi permayaan ini, bukan Sukro, bukan Donni, bukan juga Bambang, dia adalah Pesek, aatau biasa disebut dengan Brengsek. Pesek adalah kucing yang pesek, makanya dinamakan pesek. (ini kalimat apaan seh????). Dia adalah kucing blesteran persia yang ditemukan ibu saya di depan rumah dan akhirnya dipungut jadi piaraan di rumah saya. Betina, pesek (disebut lagi), warna item agak mblegadhus cokelat gitu, bulu berantakan, buntut mekar.

Oiya, FYI, di rumah saya akhir-akhir ini ada empat kucing, Donni, Donna, Bambang, dan Pesek. Sebenarnya Pesek memiliki posisi yang aman di rumah saya. Walaupun dia anak baru tetapi dia dalam kondisi netral. Tidak seperti dua kucing begajul, Donni dan Bambang yang senantiasa bertengkar satu sama lain, bersaing dalam perhelatan pendudukan kepemimpinan di kawasan rumah saya dan sekitarnya. Mungkin posisinya seperti Donna, tetapi Donna sering labil, pulang dan kabur dari rumah tanpa alasan pasti, sehingga Pesek lah yang seringkali menemani ibu saya menjadi ahlul bait sejati di rumah saya ini. So pasti, Pesek lah yang menjadi sasaran empuk ibu saya untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luang di rumah saya (baca : cari kutu kucing).

Dan, saya pikir cuman sebatas itu saja posisi pesek di keluarga saya. Tetapi dari obrolan tadi pagi saya merasakan ada yang beda. Dipicu dari datangnya Donna secara tiba-tiba masuk ke ruang makan kami, dan saya spontan berkata, “Huh, Donna jeleekk..”.

Dilanjut oleh ibu, “si Donni belum pulang juga e…

Bapak ikut, “si Pesek di Pak Eko gimana ya?

Ibu : “Waahh ayo ke rumah Pak Eko yuuukk..kangen e..katanya lagi hamil ya..” Naahh..di sini saya baru ingat kalau Pesek dihibahkan ke teman bapak saya yang namanya Pak Eko sekitar dua bulan yang lalu. Pak Eko punya anak namanya Mbak Lintang, dan adiknya bernama Awan, mungkin kalu punya anak lagi dinamakan Bledhek (-___-). Mbak Lintang adalah teman SMP saya. Sekitar dua minggu lalu kami chat lewat facebook membahas kucing, yang tidak lain dan tidak bukan adalah si Pesek ini. Mbak Lintang bilang ke saya kalau si Pesek itu baru saja melahirkan. Dan dia menawarkan ke saya untuk main ke rumahnya menjenguk Pesek. Akhirnya saya masuk ke obrolan juga,

Siapa sih?? Pesek?? Pesek udah melahirkan tauuu…

Ibu menyahut, “Kata siapa??!!

Saya bilang, “Kata Mbak Lintang di fesbuk

Ibu : “Ayo Paakk,, kita ke rumah Pak Ekooo.. kuangenn.. Pengen ngeliat anak-anaknya..”

Bapak : “iya nanti sekalian lebaran”

Ibu : “Bedaaa..ini pengen ngejenguk dan liat anak-anak Pesek, bukan buat lebaran ama Pak Eko.. ayo Ik, mintain foto2nya sama Mbak Lintang, sebelum datang ke sana buat melepas rindu, Ya?”

Saya : “Di sini sinyal susah, ntar aja dateng ke sana sendiri”

Saya udah mulai sewot nih. Masa kucing nemu, baru pergi dua bulan udah dikangenin segitunya, bahkan sampai punya niat mau ngejenguk segitunya. Sedangkan saya udah setengah taun di jakarta, beluumm pernah ada seorang pun yang menjenguk saya. Memilih tempat tinggal sendiri, pindahan dan ngangkut barang-barang sendiri, beli kebutuhan-kebutuhan hidup sendiri. Heu.

Apakah saya anak tiri? Dan sang kucing lah anak kandung?

 

Iklan

3 thoughts on “Apakah Saya Anak Tiri?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s