Maukah Kamu Menikah Denganmu?

Mungkin ada yang menganggap, pertanyaan ini salah tulis. Saya pun demikian ketika membaca pertanyaan di atas. Namun setelah direnungkan ternyata pertanyaan itu memang begitu adanya, dan bukan salah tulis. Saya pun jadi mencoba merenung dan kemudian membuat pertanyaan-pertanyaan turunannya. “Maukah saya berteman dengan orang seperti saya?“Percayakah saya  kepada orang dengan karakter dan kebiasaan seperti saya?“Maukah saya tidur bersama orang yang tidurnya seperti saya?” “Maukah saya berbisnis dengan diri saya sendiri?

Sayapun cukup geli memikirkan jawaban-jawaban dari pertanyaan itu. Masalahnya adalah saya tahu persis kelakuan saya, terutama yang menyebalkan. Saya tahu betapa tidak menyenangkannya diri saya di bagian-bagian tertentu. Selama ini kita selalu mencari orang lain yang cocok dengan diri kita, tanpa kita mau membuat diri kita cocok untuk orang lain, khususnya orang yang kita sayangi dan cintai.

Ya, saya memang tidak sempurna, karena tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini. Tapi apakah ketidak sempurnaan saya biarkan begitu saja tanpa ada perbaikan yang berarti? Lantas, kalau saya sendiri tidak terlalu suka dengan diri saya? Siapa yang harus bertanggung jawab? Orang tua saya? Sahabat saya? Saudara saya? Pendamping hidup saya? Apakah saya bisa menyalahkan orang yang mendidik saya atas ketidak-sempurnaan saya? Bisakah saya menyalahkan lingkungan negatif yang mewarnai perjalanan hidup saya?

Alhamdulillah! Beruntung saya punya kitab suci yang selalu memberikan jawaban atas kebingungan saya. Saya temukan firman Allah dalam Al-Quran Surat Al-Muddatstsir: 38 ,

“Setiap orang bertanggung jawab atas perbuatannya.” (Q.S. Al-Muddatsir: 38)

Dan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda:

“Masing-masing kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas tanggungannya. Pemimpin yang berkuasa atas rakyatnya adalah pelindung dan bertanggung jawab atas mereka; seorang pria adalah pelindung keluarganya dan bertanggung jawab atas mereka; Seorang wanita adalah pelindung rumah dan anak-anak suaminya dan bertanggung jawab atas mereka; seorang pelayan adalah pelindung harta benda tuannya dan bertanggung jawab atas benda-benda itu; maka kalian semua adalah pelindung dan bertanggung jawab atas tanggungan kalian.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Yupz! Kita semua bertanggung jawab atas diri kita dan tanggungan kita masing-masing. Kita semua berhak atas hidup kita  sendiri dan  berhak mengatur hidup kita masing-masing. Siapapun punya kewenangan total atas dirinya. Saya pun jadi berpikir tentang masa lalu saya: “Kalau saya lebih mendengarkan ucapan negatif dari teman saya, dan pada akhirnya saya gagal dan dia tidak peduli, itupun sesungguhnya salah saya sendiri?”. Ya, karena sesungguhnya pada waktu itu saya bisa menolak untuk mendengarkan ucapannya, tapi tidak saya lakukan.

Lantas, kalau saya tidak menyukai diri saya karena sadar begitu banyak kelemahan dalam diri saya? Apa yang harus saya lakukan? Lagi-lagi kitab suciku punya jawabannya:

“Dan Allah tidak akan mengubah nikmatnya kepada suatu kaum hingga kaum itu melakukan perubahan terhadap dirinya sendiri.” (Q.S. Al-Anfal: 53)

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa diantara kalian melihat kemunkaran, ubahlah dengan tangannya, dan jika tidak sanggup ubahlah dengan perkataannya, dan jika tidak sanggup juga, ubahlah dengan hatinya. Dan Itulah selemah-lemahnya iman.” (H.R. Muslim)

Ya, itu dia! BERUBAH. Karena sekali lagi, kitalah yang punya kuasa atas diri kita sendiri. Dan Baginda Rasul pun langsung memberikan strategi untuk berubah. Yang pertama dan utama adalah “Ubahlah dengan perbuatan!, ubahlah sikap dan perilaku kita sendiri!”.  Banyak orang yang mengartikan hadits di atas untuk mengubah dan memperbaiki orang lain atau lingkungan. Tapi tentu saja hadits ini bisa dipakai untuk melakukan perubahan terhadap diri sendiri. Karena bagaimana mungkin seseorang bisa mengubah lingkungannya kalau dia sendiri tidak mau berubah ke arah yang lebih baik.

Oke, saya akan berubah! Dan Anda semua pun harus segera berubah sejak sekarang, tapi adakah resep lain, selain mengubah diri sendiri?  Firman Allah SWT dalam Surat Annur ayat 31, memberikan arahan berikutnya “Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.

Tobat? Kenapa Tobat?  Tobat itu bahasa kerennya evaluasi. Ketika kita merasa banyak kelemahan, bukankah itu kesalahan kita sendiri? Bukankah itu akibat dari perbuatan kita masing-masing? Dan bukankah kalau kita mengubah diri, belum tentu langkah-langkah kita tepat sesuai yang diinginkan Allah? Apa untungnya tobat? Dan bahkan Allah menjanjikan kalau kita mau bertobat, akibatnya adalah Beruntung!

Ya! Itu dia rumusnya, sederhana sekali. BERUBAH-BERTOBAT-BERUNTUNG. Siapa yang hidupnya dipenuhi keberuntungan? Siapa yang bisnisnya mau selalu beruntung? Pakailah rumus di atas! Yakinlah akan janji Allah.

Terakhir, mari renungkan beberapa adegan yang saya lihat dalam sebuah e-book:

Adegan 1: Saya sedang menyusuri sebuah jalan dan ada lubang yang dalam di trotoar. Saya terperosok, lama sekali saya baru  bisa keluar. Kejadian itu bukan salahku.

Adegan 2: Saya menyusuri jalan yang sama, dan saya terperosok lagi. Saya pun butuh waktu yang cukup lama untuk bisa keluar. Kejadian itu memang salahku.”

Adegan 3: Saya sedang menyusuri jalan yang sama, dan saya terperosok lagi ke dalam lubang. Rupanya sudah jadi kebiasaan. Itu sudah jelas salahku. Saya cepat-cepat keluar dari lubang

Adegan 4: Saya menyusuri jalan yang sama, dan ada lubang di trotoar. Saya berjalan mengitari lubang

Adegan 5: Saya mengambil jalan yang lain.

(Tulisan ini resume dari Kajian Tafsir ayat-ayat Inspiratif, Komunitas Tadarusan Matakamu Al-Haq, Jumat 5 Agustus 2011)

Iklan

5 thoughts on “Maukah Kamu Menikah Denganmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s