Taatilah Bosmu

Saya adalah seorang bos dari suatu perusahaan. Saya mempekerjakan banyak karyawan di perusahaan saya lengkap dengan aturan yang saya buat dan aturan itu bersifat mutlak diikuti oleh karyawan saya (wajib).

Beberapa aturan yang saya buat diantaranya adalah :

1. Saya wajibkan karyawan daya berseragam kemeja-celana bahan setiap hari.
2. Dalam sehari ada lima kali apel karyawan.
3. ……
4. ……
5. …… (yg penting cuma no1, no2, no6 dan no7)
6. Peraturan tidak dapat diubah dan wajib dilaksanakan
7. Ada sanksi bagi yg tidak mengerjakan, dan ada bonus u/ yg mengerjakan.

Setiap hari saya bertemu dgn semua karyawan saya saat apel dilaksanakan. Dalam setiap apel, saya selalu melihat karyawan saya berseragam sesuai dengan apa yg saya suruh. Saya merasa bangga dengan karyawan saya. Saya berfikir, tentu apabila ada yg
melanggar, ketetapan sanksi SUDAH PASTI saya jatuhkan.

Perasaan bangga itu pun hancur luluh ketika saya medapat laporan bahwa “Karyawan saya hanya berseragam seperti apa yang saya suruh hanya saat apel dilaksanakan saja. Selepas itu, mereka membangkang dengan apa yang saya suruh”. Munafik semuanya!
bermuka dua! dan akhirnya ketetapan sanksi telah jatuh atas mereka dan mereka tak bisa protes atau melawan apa-apa lagi..

————————–

Kita lepas dari buaian cerita. Kita lihat realita!
Pernahkah kau melihat wanita yg mengaku dirinya MUSLIM yang membawa mukena kemana saja ia pergi? Apa yang kalian pikirkan ttg wanita itu?

>>”oo, dia rajin shalat.. dia taat pada Allah.”

betulkah? lalu mengapa ia membawa mukena kemana saja ia pergi?

>>”ya agar bisa shalat. kan salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat..”

lalu mengapa ia masih membawa-bawa mukena, sedangkan Allah sudah MEWAJIBKAN wanita MUSLIM untuk MENUTUP AURAT BUKAN HANYA saat shalat? bukankah apabila seorang WANITA sudah MENUTUP AURAT ia tidak perlu lagi memakai mukena??
(pengecualian u/ masalah teknis,misal: baju terkena najis)

>> … (speech less)

Teman-teman semua.. itulah yang terjadi sekarang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan si bos tadi ketika mengetahui karyawannya bermuka dua? ketika dia berseragam kemeja-celana bahan hanya saat apel di depan bosnya 5X sehari! selepas itu, ia membangkang..

Pernahkah kalian pikirkan perasaan Allah ketika mengetahui “hambaNya” bermuka dua? ketika dia hanya menutup aurat saat akan berhadapan dgn Allah, sang pembuat aturan mutlak! selepas itu, ia membangkang..

bedanya, si bos bukanlah seorang yang “Maha Tahu”, sedangkan Allah adalah “Yang Maha Tahu”. Ia tahu apa yg “hambanya” lakukan selepas shalat.

Mungkin sanksi dari si BOS hanya karyawan tsb dipecat secara tidak hormat.
Tapi pernahkah kalian berpikir apakah vonisan Allah bagi bagi “hambanya” yang bermuka dua? Seorang munafik tempatnya adalah dasar neraka jahanam!

Temanku, saya disini bukan bermaksud mencacimaki kalian dengan vonis yang Allah mungkin beri kpd kalian. Saya disini ingin mengingatkan, sebelum kalian tidak bisa diingatkan lagi.

bukankah yang Allah perintahkan u/ menutup aurat itu wajib? bukankah setiap yang wajib apabila dilanggar menghasilkan dosa? bukankah setiap dosa menggiring kita ke neraka?

Lalu kenapa kalian masih bimbang? Tidak takutkah kalian jika Allah sampai menjadikan kalian spt org kafir.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”

***cuman kopipes 😀

Iklan

4 thoughts on “Taatilah Bosmu

  1. alasanku bawa mukena kemana2 bukan karena biar bisa nutup aurat & bisa sholat kok :p
    Biar agak cakep dan rapi aja pas lagi menghadap. Kalo pake pakaian sehari2 kan udah kena debu, tanah, dsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s