5

Bolos Bimbingan

Saya bolos bimbingan hari ini dengan alasan utama malas. Saya ijin keluar ruangan sebelum dosen masuk dengan alasan mata saya lagi sakit. Emang kok. Tapi bukan itu yang membuat saya nekad keluar ruangan karena sakitnya juga gak ngaruh apa2 sebenarnya. hahaha. Saya hanya malas dan bosan. Saya lebih suka duduk2 di bawah pohon dan membaca hal2 yang saya sukai. Hehe.

**cerita ndak penting**

Iklan
19

Pernikahan

Hmm… boleh dicritain gak ya…
Pengen crita.. hehe.. 😀

Saya tadi malem bermimpi sedang melangsungkan proses akad nikah dengan seorang laki-laki yang sudah saya kenal cukup baik. Dalam mimpi, tidak ada perasaan khusus yang saya rasakan waktu itu. Agaknya di mimpi juga, saya ini menikah bukan karena keinginan saya, melainkan keinginan si pengantin pria. Yang saya pikirkan hanyalah, “Yah… saya sudah menikah. Abis ini lebih banyak amanah dong.” gitu aja.

Setelah prosesi akad dan saya sudah menjadi seorang istri, saya ternyata nggak tau harus ngapain. :-D. Lempeng aja gitu. Malah ngerasa jadi aneh. Dan kayaknya si suami juga gitu. Seakan-akan gak ada perbedaan yang spesial antara sudah menikah atau belum. Gak ada visi misi yang jelas. Gak ada cita-cita agung yang penuh dengan perjuangan dan kebahagiaan batin.

Pas bangun, saya sangat bersyukur. Hehe.. Untung cuman mimpi. Semoga tidak terjadi pernikahan semacam itu di kehidupan saya sebenarnya. Amiin.. 🙂

Perkawinan itu memang perlu bagi sesiapa yang mempunyai pilihan. Adapun aku tiada mempunyai pilihan untuk diriku. Aku adalah milik Tuhanku dan di bawah perintah-Nya. Aku tidak mempunyai apapun.-RA-

12

Musibah?

Malam ini, bisa dibilang saya mendapatkan musibah. 😀
Saya baru saja kehilangan sesuatu yang cukup berarti bagi saya. Hehehe… Mungkin gak gitu penting juga sih dari sudut pandang orang lain. Cuman kehilangan semua data yang ada di komputer saja. Iya cuman data. Belum harta. Apalagi nyawa.

Hm.

Berhubung saya sudah menjual semua diri dan harta saya seperti yang sudah saya tulis di sini, saya jadi merasa bersalah. Saya tidak bisa mengemban amanah untuk menjaga dan memanfaatkan data-data itu dengan baik. Harusnya saya bisa membuatnya jadi lebih berguna untuk menegakkan diin-Nya dari pada hilang percuma seperti ini. :-(. Ampuni aku Ya Allah… Hamba-Mu ini khilaf…

Sepertinya ini karena saya sedang jauh dari-Nya. Lagi seenaknya. Lagi gak jelas. Sering orang bilang sedang futur. Jiwa saya masih belum begitu akrab dengan yang namanya ihsan. Dunia seakan melemparkan tabir gelap dan seenaknya saja menyelimuti hati saya yang belum juga suci ini.

Hhh… Sepertinya lagi keimanan saya dan amal shaleh saya belum pada jalur yang benar. Belum sesuai apa yang Dia inginkan. Dan yang paling memungkinkan adalah, lagi-lagi saya belum ikhlash. Masih ada perselingkuhan niat yang secara sengaja ato pun tidak sengaja saya lakukan.

Memang susah kalo amatiran kayak saya ini. Harus dilakukan dengan tekad kuat walopun dengan suka maupun terpaksa. Dan saya nggak mungkin melakukan ini sendirian. Saya gak mungkin sanggup jika hanya mengandalkan kekuatan kerdil yang saya punya. Semua ini bisa terjadi karena Rahman dan Rahim-Nya. Saya hanya bisa berusaha dan berharap tanpa henti untuk bisa pantas mendapatkan-Nya.

Allahusshomad 🙂

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyempitkan (bagi siapa yang dikehendaki-Nya). akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga). [Saba’:36-37]

4

Taatilah Bosmu

Saya adalah seorang bos dari suatu perusahaan. Saya mempekerjakan banyak karyawan di perusahaan saya lengkap dengan aturan yang saya buat dan aturan itu bersifat mutlak diikuti oleh karyawan saya (wajib).

Beberapa aturan yang saya buat diantaranya adalah :

1. Saya wajibkan karyawan daya berseragam kemeja-celana bahan setiap hari.
2. Dalam sehari ada lima kali apel karyawan.
3. ……
4. ……
5. …… (yg penting cuma no1, no2, no6 dan no7)
6. Peraturan tidak dapat diubah dan wajib dilaksanakan
7. Ada sanksi bagi yg tidak mengerjakan, dan ada bonus u/ yg mengerjakan.

Setiap hari saya bertemu dgn semua karyawan saya saat apel dilaksanakan. Dalam setiap apel, saya selalu melihat karyawan saya berseragam sesuai dengan apa yg saya suruh. Saya merasa bangga dengan karyawan saya. Saya berfikir, tentu apabila ada yg
melanggar, ketetapan sanksi SUDAH PASTI saya jatuhkan.

Perasaan bangga itu pun hancur luluh ketika saya medapat laporan bahwa “Karyawan saya hanya berseragam seperti apa yang saya suruh hanya saat apel dilaksanakan saja. Selepas itu, mereka membangkang dengan apa yang saya suruh”. Munafik semuanya!
bermuka dua! dan akhirnya ketetapan sanksi telah jatuh atas mereka dan mereka tak bisa protes atau melawan apa-apa lagi..

————————–

Kita lepas dari buaian cerita. Kita lihat realita!
Pernahkah kau melihat wanita yg mengaku dirinya MUSLIM yang membawa mukena kemana saja ia pergi? Apa yang kalian pikirkan ttg wanita itu?

>>”oo, dia rajin shalat.. dia taat pada Allah.”

betulkah? lalu mengapa ia membawa mukena kemana saja ia pergi?

>>”ya agar bisa shalat. kan salah satu syarat sah shalat adalah menutup aurat..”

lalu mengapa ia masih membawa-bawa mukena, sedangkan Allah sudah MEWAJIBKAN wanita MUSLIM untuk MENUTUP AURAT BUKAN HANYA saat shalat? bukankah apabila seorang WANITA sudah MENUTUP AURAT ia tidak perlu lagi memakai mukena??
(pengecualian u/ masalah teknis,misal: baju terkena najis)

>> … (speech less)

Teman-teman semua.. itulah yang terjadi sekarang..
Pernahkah kalian pikirkan perasaan si bos tadi ketika mengetahui karyawannya bermuka dua? ketika dia berseragam kemeja-celana bahan hanya saat apel di depan bosnya 5X sehari! selepas itu, ia membangkang..

Pernahkah kalian pikirkan perasaan Allah ketika mengetahui “hambaNya” bermuka dua? ketika dia hanya menutup aurat saat akan berhadapan dgn Allah, sang pembuat aturan mutlak! selepas itu, ia membangkang..

bedanya, si bos bukanlah seorang yang “Maha Tahu”, sedangkan Allah adalah “Yang Maha Tahu”. Ia tahu apa yg “hambanya” lakukan selepas shalat.

Mungkin sanksi dari si BOS hanya karyawan tsb dipecat secara tidak hormat.
Tapi pernahkah kalian berpikir apakah vonisan Allah bagi bagi “hambanya” yang bermuka dua? Seorang munafik tempatnya adalah dasar neraka jahanam!

Temanku, saya disini bukan bermaksud mencacimaki kalian dengan vonis yang Allah mungkin beri kpd kalian. Saya disini ingin mengingatkan, sebelum kalian tidak bisa diingatkan lagi.

bukankah yang Allah perintahkan u/ menutup aurat itu wajib? bukankah setiap yang wajib apabila dilanggar menghasilkan dosa? bukankah setiap dosa menggiring kita ke neraka?

Lalu kenapa kalian masih bimbang? Tidak takutkah kalian jika Allah sampai menjadikan kalian spt org kafir.

“Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka , dan penglihatan mereka ditutup . Dan bagi mereka siksa yang amat berat”

***cuman kopipes 😀

4

Mina (Part III)

Pernah ada kejadian yang cukup tidak enak bagi saya. Waktu itu, saya lagi maen sama Mina dan Minut. Mina saya gendong di lengan kanan sedangkan Minut di lengan kiri. Lagi enak2 jalan, tiba2 Mina matok telinga kanan saya. Langsung deh dia saya turunin dari gendongan dan saya pukulin kepalanya. Trus saya pegang telinga saya yang kenyerian abis dipatok Mina.

Pas megang kerasa ada yang aneh deh.. Ada yang kurang gitu di telinga saya. Dan tak berapa lama saya pun tersadar. Anting saya ilang!! Ini pasti gara2 dipatok Mina. Saya piker antingnya kena patokan trus copot dari telinga dan jatoh ke bawah. Saya cari2 tuh ke sekitar saya duduk. Gak ada. Saya ulangi lagi tempat yang udah saya priksa tetep gak ada. Akhirnya saya pun lari ke dapur mencari ibu untuk mengadu.

Saya : “Ibuuk… antingku ilang… tadi Mina matok kupingku trus antingnya ilang aja..”

Ibu : “Makanya jangan deket2 sama ayam. Apalagi Mina. Ayam gila itu. Dicari sana.. sampe ketemu. Kalo gak ketemu Mina taksembelih ato takjual! ”

Saya : “Udah… tapi gak ketemu”

Ibu : “Di sekitar2 situ..dicari sampe teliti”

Saya : “Udaah… ga ada..”

Ibu : “Ya berarti dimakan sama Mina. Yowes sini taksembelih aja, biar nanti anting yang ada di perutnya bisa diambil”

Saya : “Jangaaaaaaaaannnn”

Ibu : “Lha gimana? Ayam nakal gitu… untung Cuma anting, kalo mata gimana? Anting juga itu mending dijual dapet duit dari pada dikasih ke ayam. Ayam kok makannya anting.”

Saya : “Mina gak boleh disembelih.. dulu ibu udah jahat nyembelih Mimi. Sekarang mau nyembelih Mina juga.”

Ibu : “Halaah.. kamu juga ikut makan Mimi juga kan? Enak kaan? Yowes.. sekarang kamu harus ngikutin kemana pun Mina pergi. Trus kalo dia nelek (buang hajat, red.), kamu priksa itu kotorannya ada anting kamu gak. Harus sampe ketemu!!”

Saya pun nurut aja kata ibu. Demi tetap hidupnya Mina, saya rela. Akhirnya, sesuai titah ibu, saya selalu membuntuti kemana pun Mina pergi, saya korek2 itu setiap kotoran dia kalo lagi buang hajat pake lidi. Benar2 pekerjaan yang aneh. Kalo saya lagi sekolah Mina dikurungin bisar itu kotoran tetep di situ2 saja.

Dua hari berlalu, anting saya tetap gak ketemu. Tiga hari.. empat hari… hasilnya tetap sama. Perkutatan saya dengan kotoran bau pun bisa dibilang mendapatkan predikat SIA-SIA. Tapi sepertinya ibu cukup terketuk hatinya dengan usaha saya ini. Akhirnya…

Ibu : “Ya udah Ik… Ibu gak akan nyembelih Mina. Besok kita ke pasar ya jual antingmu yang satu itu dan beli anting baru lagi. Biar kamu gak terus2an pake anting sebelahan”

Saya : “nanti kalo Mina mati gak papa kok, Buk kalo dibelah perutnya buat nyari antingnya.”

Saya merasa bersalah waktu itu. Karena udah ngilangin anting yang dibelikan ibu dengan harga yang cukup mahal.

Ibu : “Iya..”

Besoknya, saya pergi ke pasar sama ibu. Ke Toko Mas “Agung Jaya”. Ada mas2 ganteng penjaga toko langsung menyapa kami ramah,

Mas2 Ganteng : “Halo adik kecil… mau dibeliin apa? Silakan pilih..” Mas2 tersenyum manis. Saya pasti akan malu setengah mati kalo ada orang ganteng tau kejadian boddoh yang saya alami ini. Saya pun diam saja.

Dan dijawab oleh Ibu

Ibu : “Ini mas… mau jual anting ini, trus beli anting yang baru..” sambil menyodorkan mantan anting saya yang menjanda kehilangan suaminya beserta suratnya.

Mas2 Ganteng : “Loh.. kok Cuma satu? Pasangannya mana? Ilang ya? Ilang di mana?” Masnya nanya ke saya. Saya pun semakin nyungsep ditanya begitu. Hadduuuhh.. malunya sayaa..

dan tetep, Ibu yang jawab :

Ibu : “iya, ilaang,,, antingnya… dimakan ayam.. hehe.. ” Ucap ibu sambil nglirik saya, sepertinya ibu juga malu mengucapkan kata2 itu. Mungkin beliau takut dicap sebagai ibu yang mendidik anaknya secara aneh sehingga anaknya ngasih makan ayamnya dengan perhiasan emas.

Sepertinya ketakutan ibu benar2 terjadi. Buktinya si mas2 ganteng abis itu hanya tersenyum nyengir dan nyelonong pergi buat nimbang si anting janda saya itu. Huffh…

Kediri, 1999
Minut sakit,. Ibu mewanti2.

“Ika…. Kamu liat sendiri kan? Minut sakit… daripada nanti mati dan kamu tau matinya trus nangis lagi mending dijual aja ya ke bakul pitik.. kan lumayan buat beli jajan”

(bersambung…)