Sebenernya sayaa..

Macem2 jawaban yang muncul dari orang2 jika ditanya saya ini kayak gimana.

Ada yang bilang saya baik, alim, pendiem, feminim, manis, kalem, anggun, lembut, penyayang, keibuan, rajin, rapi, classy. Ada yang bilang tengil, gila, jahil, ceriwis, freak, cowok banget, preman, jahat, bengis, kasar, keras kepala, kekanak2an, bandel, pemalas, jorok. Ada yang bilang kesan pertama sama udah kenal deket beda bangeet. Ada yang bilang, “kok aneh sih?”. Ada yang bilang membingungkan. Ada yang bilang munafik. Ada yang bila saya punya kepribadian ganda, bahkan temen saya yang kuliah di psikologi bilang gak cuman ganda, lebih dari tiga kepribadian -_-. Ada yang bilang, “ya..itu sisi lain dari kamu” (sama kayak kepribadian ganda ya?) 👿 . Dan masih banyak ada lagi ada lagi yang lain jadi jawapan orang jika ditanya Dewantika tuh kayak gimana. Hm.

Saya bingung. Kelihatan di situ ada beberapa hal yang berlawanan dan itu bisa saya tampilkan dalam kehidupan sehari2 sampai orang lain dapat merasakan eksistensi hal2 yang berlawanan itu dalam diri saya. Dan itu ekstrim. Ambil beberapa contoh yang berlawanan. Missal, feminim dan cowok banget. Baik dan jahat. Pendiem dan ceriwis. Dll, dsb, dkk. Kok bisa ya? Saya yang sebenarnya tuh yang mana? Apa bener saya punya kepribadian ganda (ato malah lebih dari ganda)? Kalo ganda, ganda putri, putra atau campuran? (Haiah! Ngelantur!) Ato emang saya cuman bersandiwara dalam bersikap itu karena pada dasarnya ada tujuan tertentu (a.k.a jaim a.k.a muna)?? 😯

Perasaan, setiap saya bersikap, saya merasa telah bersikap adanya. Gak dibuat2. Refleks. Emang itu semestinya yang harus saya lakukan. Gak ada maksut atau tujuan khusus yang macem2. Entah, saya sampai sekarang gak nyadar kapan dan di mana saya bisa berubah sikap secara drastis seperti itu. Orang lain yang nilai. Orang lain yang men-judge. Dan missal saya ditanya, “kamu tuh sebenernya kayak gimana sih orangnya?”, yaa saya gak bisa jawab. Nilai aja sendiri. :mrgreen:

Sepertinya, perlakuan saya antara orang yang satu dengan orang yang lain beda. Yaa itu kembali ke yang tadi. Refleks. Seolah ada yang memerintah otak saya, “kamu harus begini sama orang ini”. Dan itu saya rasa bukan suatu kepura2an atau kebohongan. Apa adanya kok. Saya memang seperti itu. Menutupi suasana hati? Enggak… Suasana hati mah kita sendiri yang bikin enak. Walopun hati bukan milik kita tapi kita diberi tugas menjaganya. Mengatur suasana hati pada kondisi tertentu atau orang tertentu itu termasuk menjaga hati lho. 😳

Pernah pengalaman, saya gak nurut sama perintah yang datang ke otak saya. Waktu saya bertemu seseorang dan otak dapat perintah “kamu diem aja, gak usah ngobrol kalo dia gak ngajakin ngobrol”, tapi saya pengen ngobrol banget sama si seseorang, biasa, pengen dianggep eksis. Dan yang terjadi adalah suatu kegaringan yang sangat luar binasa sehingga membuat saya malu dan malas melanjutkan hidup 😥 . Hm. Berlebihan sekali memang. Tapi itu beneran terjadi. Sepertinya, rasa ‘pengen dianggep eksis’ saya adalah hanya suatu hawa nafsu dengan niat non ikhlas yang patut diberi pelajaran dan akhirnya dapet pelajaran juga.

Begitulah… saya masih lempeng nih. Gak ngerasa bersalah (ato emang gak salah?hhaha..). Ya buat saya ndiri mah..kudu niyat ikhlash wae lah… kalo ikhlash kan enak, bisa dianggep ibadah… 😀 .

Iklan

12 thoughts on “Sebenernya sayaa..

  1. Mmm… Mmmungkinn… Ika itu fleksibel orangnya.. Ketika lingkungan lg bth ika yg serius (misal: lg rapat) ya ika bisa serius, tp pas lingkungan lg bth ika yg gila (misal: rapat bkm, ha) ya ika jg bs..
    Ya, menyesuaikan aja.. Kan hidup mst seimbang, masa mw serius terus/ main2 terus, atau feminim tanpa punya sisi maskulin kan jg ga bgs..
    Kan yg ptg ada nilai2 dasar yg sll ika pegang dan ga brubah2.. Ya, si ayat2 yg suka ika sebut itu..

    Ngga tw dink, it mnurutku sih…

    semoga nilai2 dasarnya gak bakal lepas!!

  2. Hmm…tapi yang jelas mbak Dewak baik hati, pinter…hehe…(serius)

    Semangat terus lah pokoke!!!!…

    Tumben masnya satu ini mau ngomen… :mrgreen:
    Yes, sir.. Semangat!!! Sampeyan juga yhaa.. haha

  3. benar teh, kayak punya kepribadian ganda aja…

    soalnya pas baca blognya, kok jadinya aneh yah..
    pertama kali lihat teteh tuh, orang yang serius,,

    tapi semua berubah setelah melihat blog teteh,
    hehehe link favorit kalau mau ketawa (selain blognya sabrina tekim 07 tentunya)… hehehehe

    your BKM’s Staff

    wah..inih setaf berani sama bos yah… ckckck,,
    ya maap kalo terkesan tertipu di awal. tapi itu juga udh saya bilang, gak dibuat2.. haha

  4. ada yang kurang
    “dewak tu mbanyol…=lucu”
    piss

    tulisanmu takbenerne lho…
    ealah jo tejoo.. isomu muni kok mbanyol terus ket ndhisek..

  5. hihihi, menurutku, memang aneh jadinya, karena saking fleksibelnya, maka seolah kita nggak punya jati diri, koq kayaknya orang nggak bisa menemukan ciri khasnya… just be urself, menyesuaikan diri dengan orang lain (menghadapi karakter yang berbeda-beda ) memang perlu perlakuan beda, tapi jangan sampai orang lupa, who is IKA? pertahankan bagian yang memang jadi keunikan Anda, dan fleksibellah pada bagian yang memang bukan keunikan Anda. cipirilli, selama mencoba…

  6. hehe. pengen liat sisi tengil, gila, jahil, ceriwis, freak, cowok banget, preman, jahat, bengis, kasar, keras kepala, kekanak2an, bandel, pemalas, jorok – nya teh ika

    XD

    santi juga gitu kok. nampaknya memang fitrahnya kita gak bisa berperilaku sama pada semua orang. gak bisa memperlakukan semua orang dengan sama juga…

  7. @anbarsanti : beneran nih pengen tau? 😳
    iya, memang tdk bs memperlakukan setiap org secara sama. tp dlm setiap perlakuan itu kita harus punya niat yg sama. :mrgreen:

  8. dari apa yang saya tangkap, saudari memiliki suatu tendensi untuk menjaga image yang akut dengan amat sangat..

    dengan orang2 yg telah mengenal anda yang tengil, gila, jahil, ceriwis, freak, cowok banget, preman, jahat, bengis, kasar, keras kepala, kekanak2an, bandel, pemalas, jorok, dan bocor (ini tambahan dr saya sendiri) anda cenderung mempertahankan citra tersebut;

    sedangkan terhadap orang2 yg mengenal anda yang baik, alim, pendiem, feminim, manis (senyumnya ya mungkin maksudnya), kalem, anggun, lembut, penyayang, keibuan, rajin, rapi, classy (?)…
    biarlah saja mereka merasa puas mengenal seorang dewantika cukup dengan sifat2mu yg diatas ini ya

  9. eta mah kumaha lingkungan… reaksi kimia orang bisa beda2 kalo ditaruh di lingkungan yg berbeda. wajar eta mah… tinggal diinget-inget aja, lingkungan mana yg menghasilkan reaksi kimia yg begini, dan mana yg begitu… mudah2an dari situ bisa ambil manfaat utk pencapaian tujuan hidup.

    aamiiinn
    btw, kok nyunda sih, mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s