4

Laskar Pelangi, kapan aku menemuimu?

Seneng deh dngr crita tmen2 yg udh nntn LP 🙂
Saya belum nonton.. 😥 Tp ikut ngantri tiket :mrgreen: .Emang blm rejekinya, jd keabisan deh tiket yg jam inceran sy.hehe.. Untung ada temen yg nitip (kancrid dkk) di jam yg lain dan dapet. Jd gak sakit2 ati bgt.haha.
Oia, pngumuman, bkn sy yg ngantriin tiket bwt EL’05. Jarwo ma Fela kok..cm brg sm sy aja.hehe..Jd, g perlu minta maap segitunya deh…
Smg film ini bisa menambh hkmah di Ramadan ini.

12

Sebenernya sayaa..

Macem2 jawaban yang muncul dari orang2 jika ditanya saya ini kayak gimana.

Ada yang bilang saya baik, alim, pendiem, feminim, manis, kalem, anggun, lembut, penyayang, keibuan, rajin, rapi, classy. Ada yang bilang tengil, gila, jahil, ceriwis, freak, cowok banget, preman, jahat, bengis, kasar, keras kepala, kekanak2an, bandel, pemalas, jorok. Ada yang bilang kesan pertama sama udah kenal deket beda bangeet. Ada yang bilang, “kok aneh sih?”. Ada yang bilang membingungkan. Ada yang bilang munafik. Ada yang bila saya punya kepribadian ganda, bahkan temen saya yang kuliah di psikologi bilang gak cuman ganda, lebih dari tiga kepribadian -_-. Ada yang bilang, “ya..itu sisi lain dari kamu” (sama kayak kepribadian ganda ya?) 👿 . Dan Baca lebih lanjut

3

Ikhlaskan sadjaa

Sering bilang, “udah, ikhlasin ajaa..”, “tenang ajaa saya ikhlas kok..” Diikhlasin tuh dikayakgimanain yah? Kalo di Al-Quran sih ada surat namanya Al-Ikhlash. Seharusnya sih ya ini definisi ikhlash yang sebenernya. Secara turun dari Allah langsung.

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” (Q.S 112)

1. “Katakanlah: ‘Dia-lah Allah, Yang Maha Esa‘ “= kalo diartikan secara vulgar sih ya kita disurug tinggal bilang “Dia-lah Allah, Yang maha Esa” doang, ato bisa juga, “Allah itu Maha Esa”, lempeng aja. GItu aja? 🙄 Gak deh kayaknya. Coba kalo kita buat ini sebagai sebuah pernyataan dari lubuk hati yang paling dalam kita, pernyataan yang menunjukkan tekad untuk “menjadikan Allah Maha Esa”. Pasti beda. Kita jadi mikir “Iya gitu kita udah menjadikan Allah itu Maha Esa?” Esa itu apa sih? Satu. Satu apanya? Satu wujudnya. Anak esde juga tau. Dan kita nggak perlu menjadikan Allah Maha Esa lagi, dari dulu mah juga udah Maha Esa.

Tapi coba di sini Esa kita anggap sebagai suatu tujuan. Bisa kita bilang begini “Jadikanlah Allah itu satu2nya tujuanmu”. Hm. Kalo Esa dalam sistem, “Jadikanlah Sistem Allah sebagai satu2nya sistem yang mengatur hidupmu”. Kalo Esa dalam peraturan, dalam sanksi, dalam hukum, dalam UUD, dalam umat, dalam wilayah, dalam kepemimpinan, ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Wow. Bagaimana realisasi dalam kehidupan kita?? Semua atas dasar yang telah Allah buat. Terpaksa gak terpaksa semua aspek kehidupan kita harus sesuai dengan yang Allah buat jika mau melaksanakan ayat ini. Dan sudahkah kita melaksanakan yang satu ayat ini? 😥

2. ‘Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu’ = udah jelas. Kita gak boleh mencari tempat bergantung selain Allah. Maksutnya tempat bergantung? Kalo baju itu punya gantungan baju buat apa sih? Buat nggantungin baju biar gak jatoh, buat tetep bisa tegak dan gak kucel. Yang intinya perumpamaan menjadikan “gantungan” itu sebab kita tetap bisa tegak berdiri menjalani kehidupan, bisa juga diartikan mengharap sesuatu (dari sesuatu) yang bisa membuat kita tetap bertahan menghadapi kehidupan. Hanya Allah lah sebab kita masih bersemangat hidup, semangat bellajar, semangat kuliah, semangat kerja, dll. Bukan karena orang atau harta atau kekuasaan. Toh semua juga Allah yang ngasih. Hanya Allah tempat kita mengharap suatu kekuatan untuk menghadapi cobaan, bukan dengan abis ketemu seseorang kita jadi kuat (cailaa.. 🙄 ), bukan minta dukun minta jampi2 biar lancar rejeki ato jodo :mrgreen: . Haha.. Walopun kadang emang terkesan nyata bisa menyelesaikan masalah, tapi di ayat tadi udah dibilang segala sesuatu hanya sama Allah nggantungnya. Gak boleh ke yang lain. Toh ujung2nya juga Allah yang lebih berkuasa ngasih. Kalo emang terkesan menyelesaikan masalah, ya itu emang cobaan dari Allah, diuji, kita nurut gak sama ayat?

3. “Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan” = udah tau lah ya. Ayat ini bisa mematikan pendapat suatu agama yang bilang bahwa Allah punya anak. Secara dari kitab yang diturunkan sama Allah sendiri dibilang enggak. Itu kalo kita telen maksutnya secara mentah. Kalo missal kita liat lebih jauh. Allah gak punya anak atau diperanakkan. ‘Anak’. Misal ada pejabat yang kaya raya, dan kita pengen dapet uang donasi dari dia, eh kebetulan kita kenal anak si pejabat. Biasanya lewat anaknya kan lebih gampang ngedapetinnya. Ya seperti halnya kita meminta rahmat kepada Allah, tapi kita gak langsung minta sama Allah tapi minta sama orang atau benda yang dianggap bisa mempermudah sampainya dan terkabulnya permohonan. Misal minta tolong ustadz suruh doain karena diasumsikan doanya lebih diijabah. Ato ziarah2 ke kuburan wali2 atau kyai2, minta doa di sana biar cepet nyampenya. Heu… Gimana ya perasaan pak wali di dalam kubur?

4. “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia” = udah jelas juga. Kalau di ayat ketiga menjelaskan bahwa Allah tidak mempunyai suatu sekutu yang mendekati kuasa Allah dan tidak ada yang melebihi kuasa Allah. Di ayat ini dijelaskan yang menyamai pun tidak ada. Tidak ada orang yang bisa membuat aturan seperti aturan Allah, secara sekarang banyak orang yang memutuskan perkara dengan aturan yang dia bikin2 sendiri padahal Allah sudah punya. Tidak ada yang bisa mendahului ketentuan Allah, secara sekarang banyak orang yang pesimis dan menyerah sebelum berjuang, gantung diri, racun diri, dll dsb dkk, itu mendahului ketentuan Allah kan? Menganggap diri setara sama Allah dong? Apa bedanya dengan Firaun? Heu..

Begitulah ikhlash secara umum. Jadi missal selama ini kita bilang “Iya deh, ikhlas..” atau “Saya ikhlas..”, ikhlas yang gimana tuh? Rela. Ridho. Gak terpaksa. Padahal tadi dibilang di ayat pertama terpaksa nggak terpaksa pokonya harus sesuai aturan Allah. Gituh. 🙂

Sebenarnya masih banyak ayat2 yang mendefinisikan ikhlas lebih mendetail lagi. Yaa…saya juga masih cupu..belum banyak ayat yang dibacakan ke saya. Mari berbagi dan mari bersama2 kita belajar ayat. Al-Quran sampai ke kita untuk kita pahami dan laksanakan! Tadi masih 4 ayat. Masih ada 6662 ayat lagi. Hm.

“Dan Sesungguhnya telah Kami buat dalam Al Quran ini segala macam perumpamaan untuk manusia. Dan Sesungguhnya jika kamu membawa kepada mereka suatu ayat, pastilah orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Kamu tidak lain hanyalah orang-orang yang membuat kepalsuan belaka. [30:58]”